Elektromagnetika Gerak Batin

October 16th, 2005 by bodhisatva

Ingin mengisi blog lagi. Maklumlah saya termasuk orang yang sentimentil sehingga mengisi blog ketika ada momen-momen tertentu atau kalau lagi dapat ilham saja.  Seperti postingan kali ini, ide muncul setelah tergeletak dua hari di tempat tidur setelah diterjang  badai esterogen 1 bulanan.


Aktvitas tidur saya sudah terlalu banyak mengambil jatahnya, tapi tubuh tidak bisa diajak kemana-mana akhirnya hanya bisa berbaring sambil mata kelop-kelop. Apalagi yang bisa dikerjakan selain pikiran bergerak kesana kemari. Ketimbang ngoyoworo berkembang menjadi sulur liar mending saya coba untuk merenung, meski perut masih terasa slenit-slenit. Saya pun membatin sambil merasakan kepala saya.


Ketika orang berpikir, mengatakan sesuatu dalam benaknya ada sebuah aktivitas yang terjadi. Karena saya orang jawa maka istilah batin lebih akrab ketimbang yang lain. sehingga secara subjektif buat saya aktivitas pikiran, emosi yang muncul dalam benak sesorang adalah proses membatin dan saya sendiri suka menyebutnya sebagai gerak batin

Saya teringat buku koleksi seri khazanah pengetahuan anak-anak versi Kodhama Color Zukan yang dulu diberikan bapa untuk saya dan kakak. Salah satunya berjudul Elektromagnetik dan Tenaga. Buku yang bertutur seputar hukum-hukum fisika terutama energi, gelombang, asal tenaga, dan gejala-gejala alam.

Buku ini menyeret saya dalam perjalanan pemikiran tentan sesuatu hal. Tapi sebenarnya pemicu awalnya adalah pada pesan yang selalu dituliskan bapa di lembar awal setiap buku koleksi tersebut. Termasuk untuk judul Elektromagnetika dan Tenaga. –“Anakku, Manusia memiliki getar elektromagnetis dan manusia berhubungan dengan Tuhannya melalui getar-getar tersebut, dalam sebuah doa. Love, Bapa"–. Pesan singkat yang tak terlupakan.

Bapa pergi cepat sebelum tuntas bercerita, dan saya tak sempat melontarkan banyak pertanyaan. Saya yang masih kecil tak mengerti. (Bahkan saat ini yang mencoba belajar mengerti pun masih jauh dari mengerti)

Kok bisa manusia punya getar elektromagnetis? Darimana? Apanya?. Saya memendam pertanyaan itu cukup lama dan (apakah) Tuhan memang memilik cara ajaib untuk pertanyaan-pertanyaan manusia Termasuk pertanyaan naif tersebut. Dan bisa jadi inilah hasil pemikiran yang sangat mungkin masih sangat naif.

Yang saya pahami hukum kekalan energi mengatakan jika energi tidak dapat dimusnahkan dan dihilangkan, namun ia dapat dipindahkan. Dan setiap benda memiliki energi bahkan batu yang diam sekalipun. Didalam benda diam terdapat energi yang dinamai energi potensial. Barulah ketika benda tersebut melakukan aktivitas baik aksi ataupun reaksi ia menghasilkan energi.

Sementara jika dilihat dari ilmu fisika manusia tak beda dengan sebuah benda, dan sebuah benda akan memancarkan energi. Ketika bergerak, manusia seperti halnya kendaraan mengubah energi potensial menjadi energi mekanik lalu, energi kinetis.

Tapi manusia sebagai benda yang sekaligus makhluk hidup dengan banyak kemungkinan jelas tidak sama dengan batu yang hanya memiliki energi potensial ketika diam. Diam bisa jadi tidak bergerak secara fisik, tapi tidak berarti aktivitas otak dan batinnya berhenti. Ketika manusia berpikir, merenung, membatin juga terjadi aktivitas. Lalu kemana perginya energi yang dihasilkan aktivitas tersebut. Keluar dalam bentuk apa?

Sebuah penelitian ilmiah di Amerika Serikat terhadap aktivitas otak dan hati manusia sekitar dua tiga tahun lalu mengatakan jika kedepan sangat mungkin orang mengetahui isi hati dan pikiran orang lain. Atau dalam kata lain ada mekanisme Telepati dapat ilmiahkan dan mungkin dilakukan. Proses penelitiannya tidak begitu jelas, sebab memang tidak dipaparkan detail. Apakah ini bisa menjelaskan kenapa seseorang yang memiliki hubungan dekat dapat saling merasakan keberadaan dan keadaan satu sama lain?

Ada penjelasan ilmiah lain yang bisa dijadikan pertimbangan yaitu pendekatan teori medan elektromagnetik. Dari sudut pandang yang mengikuti teori gelombang elektromagnetik, mekanisme penghantaran tenaga batin manusia dijelaskan melalui interaksi berdasarkan jarak (action at distance) yang memerlukan adanya medan (besaran fisis yang mempunyai nilai di setiap titik dalam ruang) dan gelombang sebagai perantaranya.


Faktanya, sampai saat ini belum ada hasil ilmiah yang dapat menunjukkan kebenaran ide tersebut, walaupun pendekatan dengan model ini adalah yang tertua dipikirkan manusia. Kelemahan penjelasan ini terletak pada proses rambatan gelombang elektromagnetik yang memerlukan jeda waktu, sedangkan fenomena tenaga batin dan manusia sendiri pada praktiknya tidak terbatas oleh adanya ruang dan waktu. (Memang bisa membatasi manusia mau berpikir apa, membatin apa, dimana dan kapan???)

Sebuah model yang cukup unik dinamakan Kecerdikan Jagat Raya (Universal Intelligence) berusaha mengajukan penjelasan terhadap fenomena ini. Model ini mengatakan bahwa eksistensi pikiran manusia melingkupi semua ruang dan waktu. Apa yang ingin diwujudkan dalam ruang dan waktu dapat diprogram pikiran manusia.

Dari semua model terdapat Model Holografik yang dikembangkan pakar fisika David Bohm dan pakar psikologi Karl Pribram (1971,1975,1976). Mereka menyimpulkan bahwa informasi di alam ini bukan merupakan fungsi ruang dan waktu, tetapi dalam bentuk "getaran" yang dalam ilmu Fisika diwakili dengan persamaan gelombang yang memiliki amplitudo dan frekuensi masing-masing.

Teorinya kesadaran manusialah yang melakukan "Transformasi Fourier" yaitu sebuah konsep matematika yang dapat memetakan semua proses fisik di alam dalam bentuk frekuensi dan amplitudo serta kelipatannya. Dengan Transformasi inillah manusia dapat mewujudkan informasi dari proses tersebut ke dalam ruang dan waktu.

Lebih lanjut teori ini mengatakan jika kesadaran manusia (pikiran) dapat mengambil semua getaran yang ada di alam. Kemudian melalui proses transformasi tenaga batin diri manusia, abstraksi dapat diwujudkan ke dalam ruang dan waktu.

Dengan mengikuti teori model fisika di atas, pemahaman pada mekanisme tenaga batin tidak lagi terbatas pada dimensi sebatas ruang dan waktu, melainkan juga pada dimensi yang lebih luas yang menyangkut wilayah esoterik dan dimensi kesadaran yang hanya dimiliki manusia.

Teori ini diperkuat dengan sebuah penelitian lain tentang aktivitas otak manusia. Dalam penelitian tersebut dikatakan jika bakal terdapat aktivitas otak yang berlebih di otak besar ketika manusia sedang bermeditasi atau melakukan kegiatan  yang bersifat spiritual dibanding ketika manusia melakukan aktivitas berpikir biasa. Aktivitas berlimpah itu menghasilkan energi berlimpah. Bahkan letaknya dalam otak dapat ditandai. ilmuwan menamakannya dengan God spot.

Kebenaran semua teori tersebut tidak ada yang bisa mengetahuinya. Wallahualam bissawab. Jika salah gugur sudah. Tapi Jika benar luar biasa energi yang dihasilkan orang ketika melakukan gerak batin.

Lalu timbul pemikiran lain.apakah itu alasan mengapa Tuhan begitu detail mengatur hamba-hambanya, bahkan di wilayahmasih belum kasat mata sekalipun yaitu gerak batin. Dilarangnya manusia untuk berburuk sangka, dilarangnya manusia untuk berpikir munafik, dilarangnya manusia untuk memiliki sifat iri dan dengki,dendam, menyimpan amarah, dilarangnya manusia untuk berpanjang angan. Pada intinya dilarang manusia untuk melakukan gerak batin yang sia-sia sifatnya apalagi destruktif.

Bagaimana tidak, mengacu pada hukum keseimbangan alam, ketika seseorang mengeluarkan energi negatif apalagi destruktif maka yang diserang akan memberi perlawanan dalam bentuk energi positif. Jika ditelaah dari teori elektromagnetik, tenaga batin destruktif memiliki frekuensi berbanding lurus dengan energi  yang diserang. Akibatnya, terjadi penguatan amplitudo yang membuat energi negatif balik ke penyerang akhirnya menyebabkan gangguan kepada yang bersangkutan. Besarnya energi balik sesuai besarnya energi yang diaktifkan. Semacam reaksi bumerang.

Jika mekanisme gerak batin sesuai dengan teori tersebut tidak heran jika orang yang selalu berpikiran negatif, prasangka buruk, memiliki kecurigaan-kecurigaan tak berdasar, tidak bersyukur, iri dan dengki, presepsi-presepsi sempit, ketidaksabaran, selalu diliputi rasa gelisah, ketidaktenangan, kecemasan, ketidakbahagiaan. tekanan, kesedihan, kesuraman. Sebuah efek energi negatif yang berbalik arah menyerang dirinya.

Meski pemikiran negatif tidak dirambatkanan pada manusia tapi dalam bentuk lain, toh ia bakal berhadapan dengan energi alam. Alam juga memiliki energi positif dan negatif. Maka ketika ia dipenuhi prasangka-prasangka dari batin yang negatif yang dihadapi lawannya yaitu energi positif alam, sehingga tetap saja energi tersebut berbalik arah menyerang dirinya.

Lalu bagaimana ketika sesorang melakukan gerak batin destruktif terhadap Tuhannya? Bukankah rasa kurang bersyukur juga berhadapan langsung dengan Energi Maha Energi? Bisa jadi itu tidak berlaku Karena pada titik semua hukum menjadi Tiada. Tapi tentu bukan tanpa alasan jika Kembali Tuhan berkata “Aku akan menjadi seperti apa yang hambaku pikirkan.”

Duh saya tergoda berpikir semakin jauh. Ketika Tuhan saja berkata seperti itu, maka bila batin manusia selalu merasa kurang maka dia pun akan selalu diberikan kekurangan. Apakah itu yang membuat manusia tidak henti-hentinya mengeluh ketika sekali saja ia membatin susah.

Bukan menuduh kesedihan manusia adalah kesalahan. Sebab kesedihan adalah bagian ekspresi. Kesedihan bukan cuma sesuatu yang dibuat-buat. Ada pula saat dimana manusia diuji dalam musibah yang menyedihkan. Bisa jadi yang diinginkan adalah bagaimana mengatur lalu lintas energi gerak batin agar tetap benar dan efektif  dalam kondisi apapun.

Sebab bukankah disini letak tantangannya. Tetap mampu melihat hal-hal indah disekitar meski dalam kesedihan, sehingga mampu menjadikan hal-hal remeh temeh menjadi luar biasa bermakna. Sehingga tidak perlu lagi ada kata tidak bersyukur meski ditimpa musibah yang sangat luar bisa. Bahkan mungkin sampai tidak perlu lagi hadir pembanding kondisi orang lain untuk mengucap syukur dan merasa bahagia. Pembanding yang dalam pandangan ekstrem kawan saya di Surabaya adalah  Looking for victims just for saying thanks to God. Bersyukur ya bersyukur itu saja

Lalu tentang gerak batin yang sia-sia? Tidak ada teori ilmiahnya. Tapi saya mencoba berteori sendiri. Masih menggunakan pendekatan teori elektromagnetik. Tapi sebelumnya saya akan mengambil contoh dari kehidupan nyata.

Seorang teman perempuan saya mengeluh perihal kisah cintanya. Ceritanya ia sedang didekati seorang lelaki. Menurut pengakuannya dia orang yang baik, Meski tetap saja mengurai bolongnya disana-sini ia menyadari konsep nobody prefect, yang penting masih bisa dikompromikan dan memenuhi kriteria yang ia cari.

Namun sayangnya menurut kawan saya pria tersebut agak ruwet. Rupanya tipe pendekatannya tidak jelas. Kadang iya kadang tidak. Seperti iya tapi dalam penampakannya tidak. Kawan saya tadi bingung. Saya bilang ke teman saya terus maumu seperti apa? Ngakunya dia belum cinta. Lha kok bingung? Habis dia baik jawabnya seperti itu. Padahal sebenarnya ada pilihan lain. Tapi ia bimbang Duh susah.

Sejenak saya jadi berpikir. Bukan mencari solusi buat kawan saya tapi tentang lalu lintas gerak batin yang terjadi. Inilah teori saya. Saya tidak tahu apa alasan pria tersebut kok ruwet. Yang pasti ketika gerak batin sudah dikeluarkan, meski ditutupi serapi apapun tidak mungkin bisa tersembunyikan. Energi tersebut akan mencari celah untuk keluar dan teraktualisasikan. Sehingga kemungkinan merembes pasti ada. Hasilnya keruwetan pola tadi lah yang keluar. Kadang seperti iya kadang seperti tidak.

Energi gerak batin si pria tersebut jelas tidak destruktif terhadap kawan saya. (Wong cinta kok destruktif, kalau nafsu sih iya hehehe). Namun energi elektromagnetik tetap memiliki gelombang dengan besaran amplitudo dan frekuensinya. Kalau rambatannya jelas maka arahnya jelas. Tinggal bagaimana benda lain dalam arti teman saya ini memperlakukan.

Tapi kalau tidak jelas, polanya kacau, sistemnya acak dengan rambatannya inkonsisten, maka logikanya akan  mengacaukan juga kosmis medan energi yang lain. Katakanlah teman saya juga punya energi gerak batinya sendiri. Ketika ia hendak menuju atau merespon getaran gelombang lain, ia tak bisa bebas, sebab terganggu frekuensi getaran lain. Hingga timbul kebimbangan, keraguan kegamangan.

Pilhannnya adalah adalah menerobos rambatan tidak jelas tersebut jelas dibutuhkan medan energi yang lebih besar untuk mengalahkan energi tersebut sehingga timbul ketegaan dan ketegasan. atau membuat medan energi lebih luas untuk memancing getaran yang pola rambatannya inkonsisten untuk menjadi konsisten dan berkesinambungan. Artinya lebih sabar sembari berpikir taktis

Saya tidak tahu kebenaran teori yang serba asal ini. Tapi seorang bijak pernah berkata pada saya. Hanya karena seorang kawan tidak ikhlas temannya pindah, maka temannya ini tak jadi mendapat tawaran pekerjaan yang lebih bagus. Bisa jadi gerak batin yang sia-sia  selain menyerap energi dan menjadikan sia-sia bagi yang bersangkutan, juga menghambat medan energi dalam kosmis orang lain.

Setelah melalui semua uraian diatas, secara subjektif saya meyakini jika manajemen gerak batin  sangat diperlukan. Memperhatikan dengan detail setiap gerak batin yang terlintas. Mengurai satu-persatu sabab musabab keluar dan tujuannya. Agar tidak sampai merusak diri sendiri, apalagi menghambat orang lain.

Terlepas dari semua teori tersebut benar atau salah tiba-tiba saya jadi takut. Jika urusan gerak batin saja dibuat demikian detail belum lagi pada perbuatan yang kasat mata  pastilah ada alasan. Mungkinkah ini dibuat untuk menjaga rohani setiap orang bisa terjaga bersih hingga nanti kembali pada pemiliknya. Begitukah luar biasakah yang namanya energi gerak batin ini?

Duh Gusti, saya jadi bertanya-tanya? Sudah berapa banyak gerak batin yang saya keluarkan dari mulai saat saya memiliki kesadaran hingga kini. Saya tidak tahu berapa banyak yang bermanfaat, mana yang hemat energi, efisien dan efektif dan berapa banyak yang sia-sia bahkan destruktif baik bagi diri sendiri apalagi orang lain. Duh duh duh. Jika sedemikian banyaknya yang tidak saya ketahui dengan gerak batin diri sendiri….akankah saya bisa kembali dan sampai pada MU.

Mati Adalah Spektakuler

July 9th, 2005 by bodhisatva

Mati…

Akhir-akhir ini kata mati begitu dekat

Belum lama seorang saudara pergi

Satu lagi saudara menyusul

Apalagi kalau bukan menjemput mati

Atau direngkuh oleh mati

Badan membujur kaku, dimandikan

Dibalut kain kafan, disholati,

lalu dibawa ke pemakaman untuk dikubur

rumah peristirahatan terakhir…

Bukankah suatu pengalaman yang menakjubkan….

Seorang kawan berkata  "After the first death there is no others.."

That statement was absolutely right. !!

Ketika tiba, Mati datang tanpa kompromi, tak ada negosiasi

Lantas mengapa orang takut mati ?

Justru apa tak sebaliknya

Ketimbang takut, mending merindukan mati

Dan menimbulkan keinginan mati

Mungkin sepintas orang-orang akan

Menganggap hal ini adalah bentuk keputus asaan

Bentuk keengganan dan kehilangan harapan untuk hidup

Bahkan bisa jadi akan mengundang orang berkata istighfar, nyebut, nyebut

Atau hasil dari tidak berpikir dengan akal sehat

Terlalu absurd kadang.

 

Ah tapi ijinkan saya punya pandangan sendiri

Berpikir merindukan mati

Berbanding lurus dengan berpikir kita tiada

Kenapa mesti mengada-ada kalau nanti toh semua tak ada dan tak dibawa mati.?

Merindukan mati berpikir berdamai dengan diri sendiri

Merindukan mati berpikir tentang hati yang selesai

Merindukan mati berpikir tak ribet untuk memiliki ini itu

Merindukan mati membuat hati gembira karena tak perlu takut kehilangan,

Jika kenyataanya cuma Satu yang ada,

maka logikanya yang lain tak pernah ada

Hati gembira, membuat bersemangat mengolah hidup

Lebih baik berharap semoga hati telah dimatikan terhadap dunia, sebelum diri ini mati

Lantas mengapa orang takut mati?

Bukankah Mati adalah Spektakuler ?

Mari Bergegas, sebab kita akan Mati !!

……….Interuptus

June 24th, 2005 by bodhisatva

Aku sedang bertransformasi

kucuci darah hitamku dalam proses transfusi

perlu ganti bergalon-galon

Aku sedang berevolusi

meregang diri sepenuh hati

bahkan berlari cepat

metamorfosis kilat

mengupas kulit berubah wujud

menumbuhkan sayap menajamkan sungut

Dan tiba-tiba,

engkau datang !

Atau diam-diam

kudatangkan engkau

untuk meremas kepompong ?

Agar kerinduanku melesat

sebelum waktunya

*************

Terlahir saudara kembar berjudul Transformasi

GELOMBANG

June 22nd, 2005 by bodhisatva

Persaudaraan adalah sebuah anugerah, karena persaudaraan menambah khazanah hidup. Sering orang mengatakan saudara bisa jadi bukan saudara, orang yang bukan siapa-siapa kita  bisa sangat dekat sehingga menjadi saudara baru.Apa yang membuat? Tautan Hati berlandaskan kepercayaan.Aku memberinya istilah tune in. yang berarti segelombang, satu getaran, bahkan satu jiwa .

Hidup begitu singkat sehingga hal terindah adalah menambah saudara dimuka bumi. Hidup begitu singkat itupun yang membuat kita mesti siap kehilangan satu-persatu saudara yang kita miliki.

So what will happend if it comes to you? dunno about u….but i’ve already through it. Spechless…..

Apa yang bisa kau rasakan jika salah satu gelombang yang biasa mengalir dalam dirimu hilang atau dicabut. Pasti terdapat kekacauan Frekuensi. Sitem mesti di reset ulang, agar tidak terjadi Chaos berkepanjangan.Sistem Induk tak boleh kehilangan kontrol gara-gara hilangnya satu atau bahkan beberapa gelombang didalamnya. Tapi keguncangan adalah keniscayaan manusia,  tapi disisi lain pertunjukan mesti dijalankan. Show Must Go On.

Karena toh pada hakekatnya gelombang tersebut tak hilang hanya berubah bentuk dan Frekuensi. Ketika dulu frekuensi dihasilkan dari benda berupa bongkahan daging dalam bentuk wadag maka sumber frekuensi kali ini telah berubah menjadi Ruh. Ruh adalah tetesan Dzat Cahaya Maha Cahaya. Katakanlah dia sudah menjadi cahaya maka ia sedemikian lembutnya menelusup dalam dada, katakanlah ia suara sehingga sedemikian lembutnya tanpa bunyi ia mengisi ruang batin kita. yang tertinggal katakanlah ia udara maka sedemikian lembutnya tiba-tiba menjadi bagian nafas kita.Maha karya dari Al Lathiif, Sang Empunya kelembutan.

Begitu pula ketika gelombang beralih rupa,yang terjadi seseorang mesti menyesuaikan untuk frekuensi yang lebih lembut lagi yang getarannya sebenarnya lebih sejati namun juga dahsyat.

itulah mengapa yang terjadi adalah tak mampu berkata-kata ketika seorang dicabut dari diriku. Sebab aku tak lagi menggunakan komunikasi seperti biasanya. Kali ini aku bergaul dengan komunikasi yang teramat lembut sehingga tidak bisa diwakili dengan kata, ataupun suara walau jelas bukan hal yang mudah. Namun komunikasi tersebut tetap menghantarkan getar-getar elektronika yang menciptakan sebuah medan energi.

Carpe Diem, seorang sahabat telah meraih apa yang menjadi dambaan para pengembara, dan aku masih disini melanjutkan sisa perjalanan yang tak pernah tahu akhirnya. Tapi pasti aku pun akan menyusul, meninggalkan keguncangan baru dan kekacauan frekuensi pada sistem kontrol dimana telah kugetarkan gelombang dengan frekuensi diriku didalamnya

Selamat menempuh perjalananmu yang sejati Indri…

Fly fly little wings

Above the universe you climb

And beyond the hand of time

I won’t forget

Go now find the light

Catatan atas meninggalnya seorang saudara pengembaraan Indriati Mulia

Percakapan Kecil

May 13th, 2005 by bodhisatva
Suatu hari di Jl Gebang Roda 19 Surabaya, salah satu rumah pergumulan, ada perbincangan siang. Kumpulan perempuan membicarakan makhluk paling menyenangkan di mata kami, Lelaki (karena kebetulan semua normal). Seorang sahabat baik saya berkata awalnya..(tulisan dituturkan dengan penggunaan bahasa saat kejadian berlangsung)
"Hmm aku nek lanangan iku seneng raine koyok gambare covere buku Karl May  sing judule Winnetou."
"Wah iyo podho aku. iku rai lanang tenan." serot koncoku liyane
"Iyo ancen. rahangnya berotot, sorot mata tajam, ambek wajahe iku lho ketok kerase. keras berkarakter."jare koncoku seje maneh
"hahahahaha" aku ngakak tok pas iku, soale aku dhewe yo sepakat,
l Lha yak opo kate gak! jareku raine winnetou, masio ta mek patung, tapi sumpah keren.
Rai lanang. Iki istilah khusus arek-arek gawe rai lanang ambek spec khusus (koyok komputer ae) kekekekekekekekek "Wah kene nek ketemu wong pas raine seneng kabeh lak rebutan?"
" hahahahahahahahaha"
"lha terus nek rai koyok ngene terus wonge sing koen senenge sing yak opo rek ?"
Sontak semua diam. Tak ada yang bisa segera menjawab. Saat itu perbincangan dilakukan oleh empat orang. Kira-kira kalau diterjemahkan bakal seperti ini.
"Hmm aku kalau lelaki suka wajahnya kayak gambar cover bukunya Karl May berjudul Winnetou"
"Wah iya sama. itu wajah kok lelaki sungguh ya" sahut temanku
"Iya memang rahangnya berotot, sorot mata tajam. dan wajahnya itu terlihat keras. keras yang berkarakter. "timpal kawanku lain lagi
dan saat itu aku cuma tertawa karena aku sendiri sepakat. "
Wah kalau kita pas ketemu lelaki yang wajahnya disukai kita semua rebutan dong."
"anjing hahahahahah"
"Nah kalau wajah seperti ini, lalu lelakinya seperti apa ?"
(terjemahan nggak didetailkan. karena nggak seru. tidak otentik, cukup pada intinya saja dan  Oppsss kalau ada kata-kata asu, jancuk, jancik, gathel, gapleki, disini maupun di posting-posting kedepan maklum saja..karena di wilayah asli kata-kata itu adalah kata-kata toyyibah yang ketika diucapkan justru mempererat silahturahiim…kekekekekekekekekekekekek (tapi nggak bakal sering-sering kok))
          Begitulah percakapan yang sedikit menstimulus otak saat itu. Sebernarnya percakapan dengan tiga teman yang kebetulan ndhazz-nya sama-sama atos itu selalu menstimulus otak. Iya sebenarnya lelaki seperti apa sih? Sholat, baik, tanggung jawab bla bla bla bla bla ..ah itu klise. Tak memuaskan. toh buktinya juga banyak orang seperti itu tapi juga biasa (kekekekekekekeke ini alih-alih kata karena aslinya belum laku. kekekekekekekekek) wis wis
         Sampai akhirnya suatu saat aku berpikir suatu hal. Bagaimana jika aku bertemu seseorang? apa yang ingin aku katakan. Saat itu yang terpikir bukan mencari yang seperti apa, tapi lebih kepada kalau aku bisa aku bakal ngomong apa? apa yang ingin aku rasakan ? itulah…
         Sekali lagi karena bukan orang yang cukup sistematis dan rapih dalam menuangkan itu dalam sebuah tulisan berbentuk essay, opini, bahkan diary sekalipun. (maklum selain orangnya juga pathing pecothot, cara mikirnya juga pecothot sana sini gak karu-karuan). maka pilihan ya itu tadi larik-larik aksara
        Ruh hubungan itu..yang paling dasar, disampaikan seorang betina terhadap pejantannya, ungkapan kualitas feminin terhadap kualitas maskulin. ruh perkawinan makrokosmos ataupun mikrokosmos
Aku Bumi
engkau Langit
tercipta
tanpa tahu cerita apa yang hendak di tempuh
Aku diam
kau pun tak bertanya
Kita bertemu
dalam suatu semesta
seperti saat ini
Ketika kau melingkupi diriku
untuk menembus rahasia malamku
maka kubiarkan seluruh diriku berotasi didalammu
Aku butuh keluasan cakrawalamu
untuk gerak orbitku setiap saat
yang kadang tanpa lintasan pasti
Aku didihkan lautku biar meruap
dimana sorot panasmu akan kuselimuti dengan awan
Aku tahu engkau pun akan selalu merindukanku lewat saapan hujan
Jangan pernah ragu menumpahkan
Akan kuterima dalam rahim tanahku
Biar darinya dapat kulahirkan pepohonan dan semak belukar
Melihat kesabaran gelombang laut
menempuh jarak untuk mengelus pantai
Berguru pada Bumi dan Langit Tuhan
yang setia berhubungan dalam pijaran kilat
Maka begitu pula aku
Aku akan menunggumu
Sebab kumau sukma kita yang menyatu
Magma dalam inti jiwaku muntah
Bersama dengan gemuruh dadamu
Biar meledak
Ciptakan petir dan gelombang pasang……