Percakapan Kecil
Friday, May 13th, 2005Suatu hari di Jl Gebang Roda 19 Surabaya, salah satu rumah pergumulan, ada perbincangan siang. Kumpulan perempuan membicarakan makhluk paling menyenangkan di mata kami, Lelaki (karena kebetulan semua normal). Seorang sahabat baik saya berkata awalnya..(tulisan dituturkan dengan penggunaan bahasa saat kejadian berlangsung)
"Hmm aku nek lanangan iku seneng raine koyok gambare covere buku Karl May sing judule Winnetou.""Wah iyo podho aku. iku rai lanang tenan." serot koncoku liyane"Iyo ancen. rahangnya berotot, sorot mata tajam, ambek wajahe iku lho ketok kerase. keras berkarakter."jare koncoku seje maneh"hahahahaha" aku ngakak tok pas iku, soale aku dhewe yo sepakat,l Lha yak opo kate gak! jareku raine winnetou, masio ta mek patung, tapi sumpah keren.Rai lanang. Iki istilah khusus arek-arek gawe rai lanang ambek spec khusus (koyok komputer ae) kekekekekekekekek "Wah kene nek ketemu wong pas raine seneng kabeh lak rebutan?"" hahahahahahahahaha""lha terus nek rai koyok ngene terus wonge sing koen senenge sing yak opo rek ?"
Sontak semua diam. Tak ada yang bisa segera menjawab. Saat itu perbincangan dilakukan oleh empat orang. Kira-kira kalau diterjemahkan bakal seperti ini.
"Hmm aku kalau lelaki suka wajahnya kayak gambar cover bukunya Karl May berjudul Winnetou""Wah iya sama. itu wajah kok lelaki sungguh ya" sahut temanku"Iya memang rahangnya berotot, sorot mata tajam. dan wajahnya itu terlihat keras. keras yang berkarakter. "timpal kawanku lain lagidan saat itu aku cuma tertawa karena aku sendiri sepakat. "Wah kalau kita pas ketemu lelaki yang wajahnya disukai kita semua rebutan dong.""anjing hahahahahah""Nah kalau wajah seperti ini, lalu lelakinya seperti apa ?"
(terjemahan nggak didetailkan. karena nggak seru. tidak otentik, cukup pada intinya saja dan Oppsss kalau ada kata-kata asu, jancuk, jancik, gathel, gapleki, disini maupun di posting-posting kedepan maklum saja..karena di wilayah asli kata-kata itu adalah kata-kata toyyibah yang ketika diucapkan justru mempererat silahturahiim…kekekekekekekekekekekekek (tapi nggak bakal sering-sering kok))
Begitulah percakapan yang sedikit menstimulus otak saat itu. Sebernarnya percakapan dengan tiga teman yang kebetulan ndhazz-nya sama-sama atos itu selalu menstimulus otak. Iya sebenarnya lelaki seperti apa sih? Sholat, baik, tanggung jawab bla bla bla bla bla ..ah itu klise. Tak memuaskan. toh buktinya juga banyak orang seperti itu tapi juga biasa (kekekekekekekeke ini alih-alih kata karena aslinya belum laku. kekekekekekekekek) wis wis
Sampai akhirnya suatu saat aku berpikir suatu hal. Bagaimana jika aku bertemu seseorang? apa yang ingin aku katakan. Saat itu yang terpikir bukan mencari yang seperti apa, tapi lebih kepada kalau aku bisa aku bakal ngomong apa? apa yang ingin aku rasakan ? itulah…
Sekali lagi karena bukan orang yang cukup sistematis dan rapih dalam menuangkan itu dalam sebuah tulisan berbentuk essay, opini, bahkan diary sekalipun. (maklum selain orangnya juga pathing pecothot, cara mikirnya juga pecothot sana sini gak karu-karuan). maka pilihan ya itu tadi larik-larik aksara
Ruh hubungan itu..yang paling dasar, disampaikan seorang betina terhadap pejantannya, ungkapan kualitas feminin terhadap kualitas maskulin. ruh perkawinan makrokosmos ataupun mikrokosmos
Aku Bumiengkau Langitterciptatanpa tahu cerita apa yang hendak di tempuhAku diamkau pun tak bertanyaKita bertemudalam suatu semestaseperti saat iniKetika kau melingkupi dirikuuntuk menembus rahasia malamkumaka kubiarkan seluruh diriku berotasi didalammuAku butuh keluasan cakrawalamuuntuk gerak orbitku setiap saatyang kadang tanpa lintasan pastiAku didihkan lautku biar meruapdimana sorot panasmu akan kuselimuti dengan awanAku tahu engkau pun akan selalu merindukanku lewat saapan hujanJangan pernah ragu menumpahkanAkan kuterima dalam rahim tanahkuBiar darinya dapat kulahirkan pepohonan dan semak belukarMelihat kesabaran gelombang lautmenempuh jarak untuk mengelus pantaiBerguru pada Bumi dan Langit Tuhanyang setia berhubungan dalam pijaran kilatMaka begitu pula akuAku akan menunggumuSebab kumau sukma kita yang menyatuMagma dalam inti jiwaku muntahBersama dengan gemuruh dadamuBiar meledakCiptakan petir dan gelombang pasang……