GELOMBANG
Persaudaraan adalah sebuah anugerah, karena persaudaraan menambah khazanah hidup. Sering orang mengatakan saudara bisa jadi bukan saudara, orang yang bukan siapa-siapa kita bisa sangat dekat sehingga menjadi saudara baru.Apa yang membuat? Tautan Hati berlandaskan kepercayaan.Aku memberinya istilah tune in. yang berarti segelombang, satu getaran, bahkan satu jiwa .
Hidup begitu singkat sehingga hal terindah adalah menambah saudara dimuka bumi. Hidup begitu singkat itupun yang membuat kita mesti siap kehilangan satu-persatu saudara yang kita miliki.
So what will happend if it comes to you? dunno about u….but i’ve already through it. Spechless…..
Apa yang bisa kau rasakan jika salah satu gelombang yang biasa mengalir dalam dirimu hilang atau dicabut. Pasti terdapat kekacauan Frekuensi. Sitem mesti di reset ulang, agar tidak terjadi Chaos berkepanjangan.Sistem Induk tak boleh kehilangan kontrol gara-gara hilangnya satu atau bahkan beberapa gelombang didalamnya. Tapi keguncangan adalah keniscayaan manusia, tapi disisi lain pertunjukan mesti dijalankan. Show Must Go On.
Karena toh pada hakekatnya gelombang tersebut tak hilang hanya berubah bentuk dan Frekuensi. Ketika dulu frekuensi dihasilkan dari benda berupa bongkahan daging dalam bentuk wadag maka sumber frekuensi kali ini telah berubah menjadi Ruh. Ruh adalah tetesan Dzat Cahaya Maha Cahaya. Katakanlah dia sudah menjadi cahaya maka ia sedemikian lembutnya menelusup dalam dada, katakanlah ia suara sehingga sedemikian lembutnya tanpa bunyi ia mengisi ruang batin kita. yang tertinggal katakanlah ia udara maka sedemikian lembutnya tiba-tiba menjadi bagian nafas kita.Maha karya dari Al Lathiif, Sang Empunya kelembutan.
Begitu pula ketika gelombang beralih rupa,yang terjadi seseorang mesti menyesuaikan untuk frekuensi yang lebih lembut lagi yang getarannya sebenarnya lebih sejati namun juga dahsyat.
itulah mengapa yang terjadi adalah tak mampu berkata-kata ketika seorang dicabut dari diriku. Sebab aku tak lagi menggunakan komunikasi seperti biasanya. Kali ini aku bergaul dengan komunikasi yang teramat lembut sehingga tidak bisa diwakili dengan kata, ataupun suara walau jelas bukan hal yang mudah. Namun komunikasi tersebut tetap menghantarkan getar-getar elektronika yang menciptakan sebuah medan energi.
Carpe Diem, seorang sahabat telah meraih apa yang menjadi dambaan para pengembara, dan aku masih disini melanjutkan sisa perjalanan yang tak pernah tahu akhirnya. Tapi pasti aku pun akan menyusul, meninggalkan keguncangan baru dan kekacauan frekuensi pada sistem kontrol dimana telah kugetarkan gelombang dengan frekuensi diriku didalamnya
Selamat menempuh perjalananmu yang sejati Indri…
Fly fly little wings
Above the universe you climb
And beyond the hand of time
I won’t forget
Go now find the light
Catatan atas meninggalnya seorang saudara pengembaraan Indriati Mulia
June 22nd, 2005 at 11:24 pm
turut haturkan duka yang sangat mendalam untuk salah satu ‘mbak’ku yang bilang aku imut….gede tapi ga medheni blas…..hwakaka..
maaf baru sekarang kusampaikan duka ini..
karena perlu beberapa hari untuk mempercayai kalau hal ‘itu’ memang terjadi..
begitu cepat!
ya cepat!!
baru kemarin aku diledeki gerombolanMu.
semoga bisa menyatu denga sang Cahaya!
June 24th, 2005 at 10:29 am
Aku tahu kalian yang dulu dikenal sebagai trio kwek kwek yang akan paling merasa berduka atas perginya sahabat kalian menghadap sang khalik.
Kepalsuan sejati jika aku menyatakan duka mendalam, karena kedekatan ikatan itu tidak aku rasakan sebagaimana yang kalian rasakan ….
Goodbye adikku indri, tawa ceriamu di lorong kantin akan aku kenang.
August 5th, 2005 at 1:13 am
aku tidak mengenal indri..
tapi aku mengenal ajenk, lia dan phel-phel dan bisa kutebak seperti apa indri…
jika kau ingin mengenal seseorang lihatlah dengan siapa ia berkawan..
puisi ini terasa pas-pasan dibandingan essay di atas..
aku hanya ingin berbagi..
karena aku turut kehilangan..
SAHABAT
ketika ku terbangun di pagi hari..
atau terjaga di malam hari..
aku tak lagi sendiri
menghilang
ketika sepi tak lagi kesepian
ketika sunyi bukan lagi kesunyian
kita berbicara..
dalam satu rasa
satu cinta
kita berbicara
dalam bahasa yang sama
ketika mata bukan hanya tatapan
ketika tangan bukan sekedar sebuah genggaman
ketika telinga lebih dari pendengaran..
subuhku tak lagi rubuh
siangku pun tidaklah gersang
dan malamku tidak kelam..
karena aku punya kalian..