Mati Adalah Spektakuler
Saturday, July 9th, 2005Mati…
Akhir-akhir ini kata mati begitu dekat
Belum lama seorang saudara pergi
Satu lagi saudara menyusul
Apalagi kalau bukan menjemput mati
Atau direngkuh oleh mati
Badan membujur kaku, dimandikan
Dibalut kain kafan, disholati,
lalu dibawa ke pemakaman untuk dikubur
rumah peristirahatan terakhir…
Bukankah suatu pengalaman yang menakjubkan….
Seorang kawan berkata "After the first death there is no others.."
That statement was absolutely right. !!
Ketika tiba, Mati datang tanpa kompromi, tak ada negosiasi
Lantas mengapa orang takut mati ?
Justru apa tak sebaliknya
Ketimbang takut, mending merindukan mati
Dan menimbulkan keinginan mati
Mungkin sepintas orang-orang akan
Menganggap hal ini adalah bentuk keputus asaan
Bentuk keengganan dan kehilangan harapan untuk hidup
Bahkan bisa jadi akan mengundang orang berkata istighfar, nyebut, nyebut
Atau hasil dari tidak berpikir dengan akal sehat
Terlalu absurd kadang.
Ah tapi ijinkan saya punya pandangan sendiri
Berpikir merindukan mati
Berbanding lurus dengan berpikir kita tiada
Kenapa mesti mengada-ada kalau nanti toh semua tak ada dan tak dibawa mati.?
Merindukan mati berpikir berdamai dengan diri sendiri
Merindukan mati berpikir tentang hati yang selesai
Merindukan mati berpikir tak ribet untuk memiliki ini itu
Merindukan mati membuat hati gembira karena tak perlu takut kehilangan,
Jika kenyataanya cuma Satu yang ada,
maka logikanya yang lain tak pernah ada
Hati gembira, membuat bersemangat mengolah hidup
Lebih baik berharap semoga hati telah dimatikan terhadap dunia, sebelum diri ini mati
Lantas mengapa orang takut mati?
Bukankah Mati adalah Spektakuler ?
Mari Bergegas, sebab kita akan Mati !!